Belajar dan Berolahraga Anak Selama Social Distancing di Tengah Wabah Virus Corona

Belajar-dan-Berolahraga-Anak-Selama-Social-Distancing-di-Tengah-Wabah-Virus-Corona

Selama social distancing pendidikan untuk mencegah penyebaran virus corona dipindahkan ke rumah sehingga orangtua harus menyediakan cara untuk meningkatkan belajar tanpa adanya paksaan. Ibu dapat belajar sesuai dengan passion seperti seni, sains maupun memasak untuk mengetahui rasa ingin tahu dari anak. Jika ibu membaca artikel yang terlihat menarik maka sebaiknya menceritakan dan berbagai dengan anak, hal ini akan mendorong anak untuk berpikir dan membantu anak belajar tanpa paksaan, semasih belajar di rumah maka sebaiknya mengobrol mengenai niat anak, pengetahuan yang ingin diketahui anak sehingga lebih menarik dan mudah.

Berdasarkan peneliti Universitas Harvard menjelaskan bahwa jika memiliki banyak buku dengan kemudahan akses sehingga memberikan motivasi untuk membaca kepada anak. Penelitian ini juga didukung oleh Departemen Pendidikan AS yang menjelaskan bahwa pembaca cakap akan membuat anak memenuhi bacaannya dari berbagai sumber seperti ensiklopedia, majalah dan koran dan sebaiknya menyimpan buku pada beberapa tempat yang mudah untuk dijangkau oleh anak. Sebaiknya menyisihkan waktu untuk membaca bersama. Tidak ada salahnya untuk mengajak anak berdiskusi dan menanyakan apa yang selanjutnya anak akan ceritakan dan bagaimana cara meningkatkan dalam pemahaman untuk kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan.

Bila anak memiliki fase menyukai dinosaurus maka sebaiknya kunjungi beberapa museum bersejarah, membeli buku mengenai T-Rex dan memainkannya bersama dengan berbagai koleksi buku zaman prasejarah. Anak juga mungkin menyukai hal yang berkaitan dengan luar angkasa, serangga dan kereta api. Jangan khawatir jika hal yang disukai anak tidak sama dengan anak yang lainnya, sebaiknya memanfaatkan ketertarikan dan keunikan menjadi percikan anak untuk tetap semangat belajar dalam hidup. Berdasarkan professor psikologi, anak akan lebih termotivasi jika orangtua tidak memberikan target dan menekan anak, biarkan anak melakukan eksplorasi dan berikan dukungan. Anak yang mampu memecahkan masalah sendiri akan memiliki rasa kompetensi tinggi dan cenderung lebih antusias dalam belajar. Fase anak akan membuat anak lebih banyak bertanya dan sebaiknya orangtua tetap menjawab dengan benar.

Selain belajar, anak juga dapat diajari untuk berolahraga seperti yoga sehingga anak akan tetap memiliki jiwa yang bugar dan tetap sehat. Yoga untuk anak memiliki manfaat untuk memberikan level energi, mengurangi rasa lelah secara mental maupun fisik, meredakan kecemasan dan mampu memperbaiki kualitas tidur, memberikan fokus, membangun fleksibilitas otot dan kekuatan, meningkatkan pernapasan dan paru-paru, serta mampu meningkatkan fungsi dari motorik halus.

Berikut adalah gerakan untuk yoga bersama anak:
  • Bridge pose merupakan gerakan yang mampu memberikan energi kepada anak untuk menenangkan diri, merangsang bagian organ perut dan membantu memperlancar pencernaan, meregangkan leher, dada dan tulang belakang serta meringankan stres.
  • Cat pose yang baik untuk pijatan lembut menuju organ tulang belakang dan meregang torso dan leher dan melatih anak untuk bernapas sambil mengalihkan pikiran.
  • Upward facing dog pose untuk anak yang memiliki rasa lelah, stres dan asma dan baik untuk organ tulang belakang.
Selain itu, dapat melakukan happy baby pose untuk memberikan rasa bebas dan santai kepada anak yang melakukan relaksasi dan berkebutuhan khusus terutama untuk anak autis. Bow pose digunakan untuk meredakan stres yang terjadi pada remaja dan mampu memperkuat bagian punggung, kaki dan lengan sehingga akan lebih fleksibilitas. Beberapa cara belajar dan yoga ini akan membantu tubuh anak mencegah virus corona dengan sistem imun yang baik.

Posting Komentar

0 Komentar