Tips Menghadapi Mobil Mogok Karena Overheat


Mobil berhenti banyak sebabnya, diantaranya ialah mesin overheat. Overheat sendiri adalah naiknya suhu panas mesin di atas batas normal 

Mesin mobil yang alami overheat pasti dapat dikarenakan oleh beberapa hal. Dari mulai yang simpel sampai yang susah. Tahu pemicu mobil overheat pasti cukup penting. 

Tetapi, ada yang lebih penting tidak hanya tahu pemicu overheat itu, yakni pengemudi semestinya harus tahu apa yang perlu dikerjakan serta jangan dikerjakan saat mobil alami overheat. 

4 hal yang perlu dikerjakan oleh pengemudi waktu tahu mobilnya alami overheat. 

1. Selekasnya Menepi 

Untuk tahu mobil alami overheat, bisa disaksikan lewat tanda yang berada di kluster instrumen mobil. Tiap mobil, memang mempunyai tanda peringatan overheat yang berlainan. 

Ada yang berbentuk tanda temperatur mode jarum, atau ada pula yang cuma akan diperingati lewat nyalanya lampu peringatan overheat. Bila beberapa sinyal itu telah tunjukkan overheat, karena itu semestinya selekasnya pinggirkan kendaraan dalam tempat yang aman. 

Bila waktu diperjalanan alami overheat, semestinya secepat mungkin tepikan mobil dalam tempat yang aman, nyalakan hazard, serta pasang segitiga pengaman. 

Semestinya pasti selekasnya menepi dalam tempat yang aman serta jika sangat mungkin pilih tempat yang teduh, contoh bawah pohon. Jangan terus jalan jika keadaan telah overheat, bahaya. 

Bila mobil terus digerakkan dalam keadaan overheat, maka menyebabkan fatal yakni mengakibatkan melengkungnya silinder head serta bisa membuat masuknya air ke ruangan bakar. 

2. Matikan Mesin 

Saat telah betul-betul menepi dalam tempat yang aman, secepat mungkin matikan mesin mobil. Biarkan mobil terus menyala bisa membuat mesin terus berputar-putar serta akan membuat mesin makin overheat. 

3. Membuka kap mesin 

Bila mesin telah mati, karena itu selekasnya tarik handle bukaan kap mesin. Bila dari kap mesin muncul asap serta kap mesin sangat terasa panas, karena itu diamkan sekejap dengan keadaan kap mesin masih terbuka dikit. 

Jika telah sangat mungkin, karena itu selekasnya membuka kap mesin serta biarlah mesin memperoleh suplai udara penambahan supaya suhu panasnya cepat turun. 

4. Check Cooling Fan serta Radiator 

Sesudah buka kap mesin serta menanti mesin dingin sesaat, periksalah elemen cooling fan serta radiator mesin. Untuk cooling fan, lihat keadaan kipas itu, apa masih berputar-putar dengan putaran yang kencang atau telah lemah. 

Bila telah lemah, karena itu kemungkinan besar overheat itu datang dari elemen itu. Tetapi, bila cooling fan berputar-putar normal dengan putaran yang kencang, karena itu seterusnya periksalah keadaan radiator. 

Lihat adakah kebocoran air radiator di seputar radiator, selang radiator serta water pump. Bila keadaan mesin telah betul-betul dingin, coba membuka tabung reservoir atau tutup radiator dengan perlahan-lahan. Jangan sampai buka tutup radiator dalam keadaan mesin panas, sebab bisa membuat air radiator yang dalam keadaan mendidih akan muncrat serta tentang muka Anda. 

Jika dijumpai keadaan air radiator pada tabung reservoir menyusut mencolok, karena itu peluang ada kebocoran di skema radiator. Untuk pastikan kebocorannya darimanakah, isilah tabung reservoir itu dengan air radiator cadangan atau air mineral untuk keadaan genting. 

Sesudah diisi sampai batas maks serta keadaan temperatur mesin telah dingin kembali. Tidak ada kelirunya untuk coba menyalakan mesin, tetapi bila mesin kembali panas dalam sekejap, karena itu semestinya selekasnya matikan kembali mesin serta hubungi mekanik atau truk towing berlangganan untuk bawa mobil Anda ke bengkel.

Posting Komentar

0 Komentar