Beberapa Pilihan Obat Untuk Maag Kronis


Maag dapat dikelompokkan ke dua keadaan. Pertama yaitu maag akut, serta ke-2 yakni maag kronis. Bila Anda alami tanda-tanda tiba-tiba serta sangat terasa sakit, mungkin saja itu sinyal dari maag kronis. Apa pemicu serta penyembuhan untuk keadaan ini? 

Apakah itu maag kronis? 

Sebelum membahas selanjutnya tentang maag kronis, semestinya mengerti dahulu jika maag sebetulnya bukan penyakit spesial. Ya, maag hanya panggilan yang dipakai untuk tunjukkan beberapa kumpulan tanda-tanda yang menyerang skema pencernaan. 

Maag dapat juga dikarenakan oleh bermacam penyakit berlainan. Mencakup GERD atau refluks asam lambung, radang lambung (gastritis), irritable bowel syndrome (IBS), tukak lambung, serta infeksi perut. 

Dari beberapa penyakit pemicu maag itu, cuma radang lambung atau gastritis saja yang dapat dibedakan jadi akut serta kronis. Berarti, maag kronis yang Anda alami ini sebetulnya dikarenakan oleh peradangan pada lambung (gastritis). 

Maag terhitung kronis saat gejalanya ada saat ini, serta bukan sejak dahulu. Berlainan dengan maag akut yang mungkin pernah ada sekian waktu awalnya, serta dapat kumat kapan juga. 

Bukan itu saja. Keadaan ini umumnya berlangsung dalam kurun waktu sesaat, tetapi dengan tingkat keparahan ngilu yang lebih kuat. Sesaat maag akut sebab gastritis, dapat berjalan dalam tempo lumayan lama dengan tanda-tanda yang hilang serta kumat.
Bila proses pengobatan maag akut disarankan untuk menghindarkan pemicu sekaligus juga minum obat-obatan, maag kronis tidak begitu. Keadaan ini umumnya akan selekasnya pulih dengan menghindarkan pemicu awalannya. 

Tetapi selain itu, beberapa obat-obatan dapat juga diberi jadi perawatan penambahan untuk percepat proses penyembuhannya. 

Obat yang digunakan untuk memudahkan ke-2 tanda-tanda maag ini juga sebetulnya hampir sama. Namun, sedikit ada ketidaksamaan pada ketentuan minum serta dosis obatnya. 

Tersebut pilihan obat maag kronis sebab gastritis: 

1. Antasida 

Antasida untuk menurunkan maag sebab gastritis ini kerja lewat cara menetralisir produksi asam di lambung. Dosis minum antasida saat maag Anda kumat umumnya akan bertambah. 

Taati saran dari dokter atau apoteker tentang ketentuan minum obat. Namun, antasida umumnya tidak bisa dipakai dalam periode waktu lama sebab mengakibatkan munculnya beberapa resikonya seperti konstipasi, sakit kepala, sampai mual. 

2. H-2 receptor blockers 

Perlakuan maag kronis sebab gastritis dapat memakai obat h-2 receptor blockers, sebab menolong turunkan produksi asam di lambung. 

Famotidine (Pepcid®) serta cimetidine (Tagamet®) ialah beberapa macam obat h-2 receptor blocker. Taati saran mengonsumsi obat yang dikatakan oleh dokter, apoteker, atau yang tercantum pada cap paket obat. 

Obat ini umumnya dianjurkan untuk diminum sepanjang 10-60 menit mendekati makan. 

3. Proton pump inhibitor (PPI) 

Proton pump inhibitors (PPI) atau penghalang pompa proton bertindak dalam turunkan produksi asam pada lambung. Obat PPI dengan dosis rendah dapat Anda beli dengan bebas, tetapi butuh resep dokter untuk memeroleh dosis yang tambah tinggi. 

Omeprazole (Prilosec®) serta esomeprazole (Nexium®) ialah contoh-contoh obat PPI. Ketentuan minum obat ini umumnya disarankan sekitar 1 kali dalam satu hari. Jauhi minum obat PPI lebih dari 14 hari. 

4. Coating agent 

Bila Anda terhitung orang yang teratur minum obat NSAID, obat coating agent dapat menolong menangani munculnya tanda-tanda maag kronis sebab gastritis. 

Masalahnya obat coating agent bekerja jadi pelindung susunan lambung, serta mencegahnya alami iritasi. Sucralfate (Carafte®) serta misoprostol (Cytotec®) ialah obat coating agent yang biasa diberi dokter. 

5. Antibiotik 

Antibiotik dipakai untuk menyembuhkan maag kronis sebab gastritis yang disebabkab oleh infeksi bakteri H. pylori. Penyembuhan dengan antibiotik umumnya dikerjakan sepanjang 10 hari sampai 4 minggu sesuai keadaan Anda.

Posting Komentar

0 Komentar